Senin, 04 Maret 2013

Nissan GT-R Unjuk Kehebatan Dalam "Fast and Furious 6"

California, KompasOtomotif - Dalam film Fast and Furious 6, Nissan GT-R unjuk kehebatan melalui tenaganya yang dahsyat dan manuver-manuvernya setelah jantung pacunya dimodifikasi oleh SP Engineering (SPE). Tampilannya pun jadi lebih sangar. Beda ketika di film sebelumnya (Fast5), kupe 2 pintu milik Brian O'Connor ini hanya mejeng di penghujung film.

Dalam meningkatkan tenaga mesin VR38DETT V6 berkapasitas 3,8 liter dengan tubro ganda telah mendapat tambahan turb kit  merek Switzer P800 oleh SPE. Lalu,  engine control modul (ECM) disetel lantaran harus mengonsumsi bahan bakar minimal 100 RON. Berdasarkan tes di mesin dyno tercatat tenaga mencapai 690 PS atau meningkat 145 PS dari standarnya. Jika ingin tahu bagaimana 'teriakan' mesin saat di dyno, bisa langsung klik video di akhir naskah.

Mesin yang galak itu tak ada arti jika tidak diimbangi dengan tampilan bodi yang sangar. Di sini, BenSpora diberi kepercayaan untuk urusan body kit, sedang pintu, trim, kap mesin, celah udara (airscoop) , kap belakang dan atap digarap oleh Seibon. Termasuk pemasangan penampang pengunci kap mesin dari AeroCatch berikut pengaitnya dari Sparco.

Sedang R's Tuning mendapat tugas mendesain ulang semua sistem pendinginan, termasuk juga kaki-kaki, di antaranya lengan ayun yang dibuat kustom. Selain itu, sistem pengurang laju memakai cakram bahan karbon keramik merek Weapons Grade Performance's dan kaliper keluaran Endless.



View the original article here



Peliculas Online

Majesty ”Jap Style” dengan Warna Lamborghini

Jakarta, KompasOtomotif – Setiap mengubah penampilan Yamaha Majesty miliknya - Nicholas Tobing, 34 mengaku - ada saja yang mengekor. Karena itulah, pegawai perusahaan asuransi itu, memodifikasi lagi skutik bongsor tersebut lebih ekstrem. 

Aliran yang dipilih, Jap Style. Semua dirombak agar tampil lebih sporty. ”Setiap kali saya ganti cat, atau menambah aksesori seperti boks kanan-kiri, selalu ada yang ngikutin. Sebel aja! Makanya saya berpikir keras untuk memodifikasi ulang," tukas pria yang akrab disapa Nico. 

Untuk mewujudkan impiannya, Nico dibantu Budi Rahmanto, pemilik bengkel Big Modification di daerah Pisangan, Rawamangun, Jakarta Timur. Bermodal referensi dari majalah Jepang dan Jerman, di tangan Budi, kesan Yamaha Majesty gambot, berubah menjadi lebih galak. 

Nico menjelaskan, ciri-ciri Jap Style: tubuh sporty, banyak lekuk, sedikit norak dan ceper. Tidak semua ciri itu dipakai. ”Saya tidak membuat skuter ini j ceper karena dipakai harian,” jelasnya.

Pada modifikasi kali ini, tameng dihilangkan. Lampu depan tetap asli. Hanya sein dilengkapi penutup semacam alis berupa kisi-kisi. Sedangkan lampu utama diberi aksen merah di kanan-kiri yang berpendar ketika disorot dari depan.

Cat Lamborghini
”Karena harus norak, saya memilih warna candy pada seluruh bodi. Oranye pilihan saya, sama persis dengan warna yang dipakai Lamborghini,” jelas Nico.

Untuk meningkatkan performa, mesin dipermak, kapasitas dinaikkan dari 125cc menjadi 180cc. Diakui, skuter ini menjadi "ngacir" namun bahan bakar jadi lebih boros. Kalau dulu butuh bensin 35 km/liter, kini menjadi 17 km/liter. 

Belum cukup, berbagai pernik aksesoris ditambahkan. Knalpot diganti dengan model khas moge Eropa. Setang diganti dengan model robot bikinan NUI dan bersanding dengan spion Black Diamond. Ban pakai ukuran lebih besar - depan-belakang sama - yaitu 14 inci.

Sedangkan roda depan, ditambahi kaliper dan piringan di sisi kiri. "Ini hanya ornamen agar kelihatan gagah, namun tidak berfungs. Rem yang bekerja hanya satu, di kanani,” ungkapnya.



View the original article here



Peliculas Online

Membangun Kembali Datsun 240Z dengan Modifikasi

Mantorp, KompasOtomotif - Selain retro, banyak anak mudah suka merawat, merestorasi dan memodifikasi mobil lama. Contohnya, Erik Jonasson yang kepincut membangun kembali Datsun 240 Z, juga dikenal sebagai Nissan S30 dan Fairlady (di Jepang). Pria berkebangsaan Swedia ini memilih modifikasi ketimbang restorasi. 

Identitas
Meski harus dirombak, identitas khas hasil rancangan Yoshihiko Matsuo (desainer Fairlady)  ini tetap dipertahankan. Bahkan aksesoris yang dipasang hanya spoiler belakang. Beberapa komponen dipensiunkan untuk memberi kesan sangar, yaitu bemper belakang dan indikator lis samping.

Perubahan hanya dilakukan pada fender depan-belakang yang dibuat gembung. Tujuannya agar dapat menggunakan pelek SSR Formula Star 14 inci dengan lebar ET+15. Karet bundar yang dipilih adaslahToyo Proxes CF1s, 185/65 depan dan 195/65 belakang.

Interior juga direhabilitasi karena kelihatan usang, yaitu jok balap, setir, pedal, tuas persnelling dan sabuk pengaman 4-titik. Perlengkapan hiburan juga diganti dengan yang lebih moderen, yaitu Pioneer dengan amplifier Denon dan speaker JBL.

Peremajaan
Sumber tenaga, Erik terpaksa mengistirahatkan yang asli karena dinilai sudah tua dan diganti dengan mesin 280Z. Mesin 6-silinder segaris ini, jeroannya juga diremajakan, yaitu piston dan nokken as (camshaft) Sneiger stage 2. Dsitribusi bahan bakar masih mengunakan teknologi jadul, yaitu karburator, Weber DCOE 45, 6-barel.

Untuk menjaga suhu oli ideal, dipasang  pendingin oli (oil cooler) yang ditempel di bemper depan bagian luar mengikuti gaya Shakotan. Tenaga mesin 260 PS, dipindahkan ke roda melalui transmisi manual 5 percepatan milik 260Z.  



View the original article here



Peliculas Online

Minggu, 03 Maret 2013

Chrome 25 Dukung Pengenalan Suara

Januari 2013 lalu, berbagai media Barat, di antaranya The Guardian dan Financial Times mengabarkan, lebih dari 30 juta orang Cina dikejutkan oleh kicauan yang dikirim oleh Yao Chen, artis Cina yang memiliki followers lebih banyak dibandingkan siapapun di



View the original article here



Peliculas Online

Otak Cerdas Manusia Dibentuk dari Evolusi

Otak Cerdas Manusia Dibentuk dari Evolusi  

Diagram fungsi otak manusia. sciencephoto.com

Senin, 25 Februari 2013 | 16:58 WIB

TEMPO.CO, Boston - Kecerdasan manusia dibentuk oleh evolusi. Demikian kesimpulan yang diambil pakar neurofisiologi dari KU Leuven dan Harvard Medical School, Profesor Wim Vanduffel, bekerja sama dengan tim peneliti Italia dan Amerika Serikat.

Berbekal kapasitas otak yang besar, manusia menjadi spesies paling cerdas di muka Bumi. Manusia memiliki setidaknya dua jaringan fungsional dalam korteks serebral otak, bagian yang bahkan tidak ditemukan pada monyet rhesus, spesies yang dikenal sebagai kerabat nenek moyang manusia.

Temuan Vanduffel, yang diperoleh berdasarkan analisis pemindaian fungsi otak, menunjukkan bahwa dua jaringan fungsional otak tersebut baru dimiliki manusia dalam proses evolusinya dari nenek moyang primata.

Ia mengatakan, nenek moyang manusia berevolusi memisahkan diri dari monyet rhesus sekitar 25 juta tahun lalu. Sejak itu, daerah otak manusia purba terus berubah. Ada bagian yang hilang, bertambah, dan berubah fungsi.

"Sejak itu pula struktur otak manusia berkembang memiliki jaringan kortikal yang unik dan membedakannya dengan spesies lainnya," kata Profesor Vanduffel, Senin, 25 Februari 2013.

Tim ilmuwan memindai otak manusia dan monyet rhesus saat istirahat dan saat menonton film untuk membandingkan kedua tempat dan fungsi jaringan kortikal otak. Hasilnya, otak manusia dan monyet sama-sama aktif bahkan saat sedang beristirahat.

Bagian otak yang berbeda--disebut jaringan fase istirahat--aktif secara bersamaan selama masa istirahat. Secara mengejutkan, sebagian besar keadaan otak manusia dan monyet memiliki kesamaan. Namun, tim ilmuwan menemukan dua jaringan yang unik pada manusia dan satu jaringan yang unik pada monyet.

Ketika menonton film, korteks otak memproses sejumlah besar informasi gambar dan suara. Namun, saat istirahat, jaringan fase istirahat pada manusia merespons rangsangan berupa gambar dan suara dalam cara yang sama sekali berbeda dibandingkan yang dilakukan otak monyet.

"Dengan kata lain, manusia memiliki struktur otak unik yang secara anatomi absen di monyet," kata Vanduffel. Struktur ini terletak di kepala belakang-atas dan di depan korteks dan diyakini terkait dengan kemampuan kognitif manusia, dan tidak dijumpai pada struktur otak monyet rhesus.

Pemindaian dilakukan dengan fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging) untuk memvisualisasikan aktivitas otak. Pemindai fMRI memetakan kegiatan fungsional dalam otak dengan mendeteksi perubahan dalam aliran darah. Kandungan oksigen dan jumlah darah di daerah otak tercatat bervariasi sesuai dengan tugas tertentu, sehingga memungkinkan aktivitas itu dilacak.

SCIENCEDAILY | MAHARDIKA SATRIA HADI

Berita terpopuler lainnya:



View the original article here



Peliculas Online

Harley Fatboy, Si Jadul Bertabur Emas

KompasOtomotif – Sebagai seorang modifikator, Tedja Widjaja tak hanya menjual omong. Ia punya bukti sepeda motor milik sendiri. Salah satu yang paling dibanggakan adalah Harley-Davidson Fatboy 1992. Kini sepeda motor chopper klasik era 1960-an bertabur emas di sekujur tubuhnya.

”Aliran klasik enak dipandang selamnya dan tidak lekang oleh waktu. Lapisan emas mendukung tema itu. Artinya keabadian,” cerita Tedja.

Untuk mengubah bodi Fatboy yang bongsor, Tedja harus bekerja keras. Rangka dipotong-sambung untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan. Target menjadi sepeda motor ini bersuspensi kokoh. Tedja memasangkannya dengan pelek 21 inci dan ban 140/60 di depan, 18 inci plus ban 160/70 di belakang.

Pelek yang dipasang bukan sembarangan. Pria murah senyum ini memesannya khusus dari AS dengan jeruji berlapis emas 18 karat. Sebagai pelengkap kaki-kaki, suspensi depan dipasangi springer buatan Paugcho dengan menambah sudut kemiringan (rake) 3 derajat dari versi standar. Kedua roda diberi dipasang rem cakram tunggal, di tengahnya dilapisi emas 18 karat.

Aksesori Jadul
Penampilan "zaman baheula" makin lengkap dengan aksesori lampu depan khusus dan setang retro buatan sendiri. Pegangan tangan, diadopsi dari LA Chopper. Sedangkan tangki bahan bakar diambil dari produk Paugcho dengan kapasitas 8-10 liter bensin.

Untuk memperkuat nuansa jadul, Tedja memasang jok tunggal buatan La Rosa dengan per model peniti. ”Model peniti jarang dipakai! Padahal populer pada sepeda kayuh zaman dulu,” sambarnya.

Selebihnya, aksesoris berbicara. Pegangan tangan buatan LA Chopper, pijakan kaki Cross Bone, hand lever set (tuas kopling, rem tangan, tempat minyak rem) buatan Arlen Ness Retro. Dua saluran gas buang berujung pada knalpot kustom dengan model sirip ikan (pipih di ujung) untuk menguatkan kesan retro. Blok mesin dicat dengan metode powder coat hitam dof.

Emas Rp 300 Juta!
Paling bikin gemas, emas di sekujur tubuh sepeda motor ini. Hampir semua bagian dilapisi kertas emas 22 karat. Pemasangan dengan menempelkan sesuai dengan pola yang diinginkan, lalu dilapis dengan pernis.

Saking banyaknya, Tedja lupa, berapa lembar kertas emas yang dihabiskan untuk membuat sepeda motor ini menjadi onggokan berharga. ”Pastinya sudah mencapai Rp 300 jutaan, termasuk mendatangkan pelek berlapis emas dari AS,” jelasnya.

Karena itulah, Tedja menjuluki tunggangannya ini ”Gold Digger” alias si Penggali Emas!



View the original article here



Peliculas Online

Menangkap Pelangi

Senin, 25 Februari 2013 | 05:03 WIB

TEMPO.CO,New York– Keindahan aneka warna pelangi, yang kerap muncul setelah hujan, kini dapat ditangkap oleh material yang dapat memperlambat laju cahaya. Bahan baru yang secara efisien menyerap frekuensi cahaya yang berbeda itu dikembangkan sebuah tim insinyur di Universitas Buffalo di Amerika Serikat.

"Dapat dikembangkan untuk panel surya, teknologi pesawat siluman, dan bidang lainnya," kata Qiaoqiang Gan, dosen rekayasa listrik yang memimpin penelitian itu.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports edisi 13 Februari 2013, bahan bernama hyperbolic metamaterial waveguide itu disebutkan berfungsi seperti mikrocip yang terbuat dari film berbahan logam, semikonduktor, dan isolator berukuran ultra-tipis. Waveguide menahan dan menyerap setiap frekuensi cahaya di tempat yang berbeda dalam arah vertikal. Ini memungkinkan bahan untuk menangkap "pelangi", yang terdiri atas berbagai panjang gelombang.

"Penyerap elektromagnetik telah dipelajari selama bertahun-tahun, terutama untuk sistem radar militer," kata Gan. Namun mewujudkan bahan penyerap dari film ultra-tipis merupakan tantangan tersendiri.

Gan dan timnya juga sedang mengembangkan film ultra-tipis yang akan memperlambat cahaya, sehingga penyerapan jauh lebih efisien.

Memperlambat cahaya merupakan faktor krusial karena foton (partikel cahaya) bergerak super cepat. Sangat sulit menjinakkan foton tanpa menggunakan bahan beku, seperti gas kriogenik, yang hanya dapat digunakan di dalam laboratorium.

Namun bahan buatan Gan mengubah itu semua. Waveguide menyediakan cara yang lebih praktis bagi para insinyur untuk memperlambat dan memerangkap cahaya, yang selanjutnya dimanfaatkan di dunia nyata.

"Kemampuan bahan ini menyerap berbagai panjang gelombang, salah satunya inframerah, membuatnya sangat berguna untuk mendaur ulang panas setelah matahari terbenam," ujar Gan. Simak berita iptek lainnya di sini.

LIVESCIENCE | MAHARDIKA SATRIA HADI

Baca juga:
Spiderman Ada di Dunia Nyata?

Microsoft Ikut Diserang Peretas

Chrome 25 Dukung Pengenalan Suara

Pixel, Chromebook Google Termahal, Diluncurkan



View the original article here



Peliculas Online